065 Surah At-Talaq. Jus 28. Saud al shuraim. Al-Qur'an Indonesia.Audio Al-Qur'an lengkap dengan bacaan Arab, latin Arab dan terjemahan bahasa Indonesia.Di l Hanyamemiliki 8 ayat tetapi Surah Al Bayyinah memiliki keutamaan besar antara lain bisa diamalkan untuk mengobati orang sakit. Hanya memiliki 8 ayat tetapi Surah Al Bayyinah memiliki keutamaan besar antara lain bisa diamalkan untuk mengobati orang sakit. Kamis, 21 Juli 2022; Cari. Network. Tribunnews.com; ReadSurah at-talaq Divorce complete with Arabic, Latin, Audio & English translations. Produk Al-Qur'an Indonesia Al-Qur'an English Asmaul Husna Kamus Bahasa Inggris Kamus Besar Bahasa BacaanDoa Ayat Seribu Dinar (Surat At-Thalaq: 2-3) Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya - Tribunsumsel.com. Fadilah Istimewa Surah At Talaq. Jual Produk At Thalaq Ayat 2 3 Termurah dan Terlengkap Oktober 2021 | Bukalapak. Surat At Talaq Ayat 1 Lengkap Dengan Tajwid Beserta Penjelasanya - Islamitu. Membaca Ayat 1000 Dinar SurahAt-Tin. Surah At-Tin ( Arab: التِّينِ, "Tin") adalah surah ke-95 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah ini diturunkan setelah surah Al-Buruj. Nama At-Tin diambil dari kata At-Tin yang terdapat pada ayat pertama surah ini yang artinya buah Tin . AyatulKursi Surah Yaseen Surah Al Mulk Surah Ar-Rahman Surah Al Waqi'ah Surah Al Kahf Surah Al Muzzammil. Your Bookmarks. Show Surah Show Juz. 1 Al-Fatihah. The Opener. 2 Al-Baqarah. The Cow. At-Talaq. The Divorce. 66 At-Tahrim. The Prohibition. 67 Al-Mulk. The Sovereignty. 68 Al-Qalam. The Pen. 69 Al-Haqqah. The Reality. 70 Al-Ma'arij. Surah(bahasa Arab: السورة, translit. al-sūrah, har. 'pagar'‎) adalah pembagian yang terdapat di dalam Al-Qur'an. Ada 114 surah dalam Al-Qur'an, yang masing-masing dibagi lebih lanjut menjadi ayat. Panjang surah bervariasi; surah terpendek (Al-Kausar) hanya memiliki tiga ayat, sedangkan surah terpanjang (Al-Baqarah) memiliki 286 ayat. SuratAt-Talaq adalah surat ke 65 dan tergolong dalam surat madaniyah karena diturunkan di kota Madinah. Surat ini berisi 12 ayat dan memiliki banyak keutamaan apabila diamalkan setiap hari. Surat ini dinamakan At-Talaq karena ayatnya membahas tentang talak. Berikut arti, kandungan, dan keutamaan dari surat At-Talaq. 1. SurahAt-Talaq. cepengking. Contains ads. 1+ Downloads. Everyone. info. Install. Add to wishlist. About this app. arrow_forward. Semua Fitur Gratis Tanpa Pembatasan - Tulisan latin (Transliterasi). - Terjemahan Bahasa Indonesia, pilihan terjemahan (KemenAg-RI dan Tafsir Al Jalalain Indonesia). MurottalAl-Quran At-Talaq oleh Sheikh Abdurrahman Al-Ausy dilengkapi dengan transliterasi Latin dan terjemahan Bahasa Indonesia versi Kementrian Agama Repub Juz19 Al-Quran (Surah Al-Furqan Ayat 21 sampai Surah An-Naml Ayat 55) Juz 20 Al-Quran (Surah An-Naml Ayat 56 sampai Surah Al-Ankabut Ayat 45) Juz 21 Al-Quran (Surah Al-Ankabut Ayat 46 sampai Surah Al-Ahzab Ayat 30) Juz 22 Al-Quran (Surah Al-Ahzab Ayat 31 sampai Surah Yasin Ayat 27) Juz 23 Al-Quran (Surah Yasin Ayat 28 sampai Surah Az-Zumar SurahAt-Talaq Spanish PDF: 66: Surah At-Tahrim Spanish PDF: 67: Surah Al-Mulk Spanish PDF: 68: Surah Al-Qalam Spanish PDF: 69: Surah Al-Haaqqah Spanish PDF: 70: Then further, into the Latin American countries, USA, Canary Islands and Cuba. Furthermore, Brazil, British Guiana, Belize, Suriname, and French Guiana are not included in this Dissolutionof Marriage. i) Talaq: Divorce by husband either 1, 2, or 3. ii) Khul': Tebus talaq or divorce by redemption. iii) Ta'liq: Conditional divorce. iv) Fasakh: Divorce by order of court.v) Lian: Husband accused wife of adultery. vi) Presumption of death. vii) Change of religion. TALAQ. Definition The Arabic word for divorce is talaq which means " freeing or undoing the knot". In Harapannyadengan membaca ayat 1000 dinar latin dapat membuat seseorang dimudahkan dan dilimpahkan rezekinya. Baca juga: Sejarah Ayat Seribu Dinar (Surat Al-Waqiah), Bunyi Lengkap Arti & Terjemahan Serta Keutamaannya. Berikut Ayat Seribu Dinar : Ayat seribu dinar yang dimaksud adalah Surah Ath-Thalaq ayat 2-3: Bunyi ayat seribu dinar adalah: Latin: PDFAt taghabun dan Tafsir (Arab, Latin, Artinya) - Download teks tulisan atau bacaan surah at tagabun full ayat 1-18 lengkap dengan terjemahan tafsir surat at taghabun bahasa indonesia format file pdf, doc dan aplikasi Surah At talaq: Itulah tadi ulasan lengkap yang bisa disampaikan dalam tema PDF At taghabun dan Tafsir (Arab, Latin yttw3r. 65. QS. At-Talaq Pencerahan 12 ayat بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ يٰۤاَيُّهَا النَّبِىُّ اِذَا طَلَّقۡتُمُ النِّسَآءَ فَطَلِّقُوۡهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَاَحۡصُوا الۡعِدَّةَ ‌ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ رَبَّكُمۡ‌ ۚ لَا تُخۡرِجُوۡهُنَّ مِنۡۢ بُيُوۡتِهِنَّ وَلَا يَخۡرُجۡنَ اِلَّاۤ اَنۡ يَّاۡتِيۡنَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ‌ ؕ وَتِلۡكَ حُدُوۡدُ اللّٰهِ‌ ؕ وَمَنۡ يَّتَعَدَّ حُدُوۡدَ اللّٰهِ فَقَدۡ ظَلَمَ نَفۡسَهٗ‌ ؕ لَا تَدۡرِىۡ لَعَلَّ اللّٰهَ يُحۡدِثُ بَعۡدَ ذٰ لِكَ اَمۡرًا Yaaa ayyuhan nabiyyu izaa tallaqtummun nisaaa'a fatalliquuhunna li'iddatihinna wa ahsul'iddata; wattaqul laaha rabbakum laa tukhri juuhunna mim bu-yuutihinna wa laa yakhrujna illaaa any yaatiima bifaahishatim mubaiyinah; wa tilka huduudul laah; wa many ya 1. Wahai Nabi! Apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat menghadapi idahnya yang wajar, dan hitunglah waktu idah itu, serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumahnya dan janganlah diizinkan keluar kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan keji yang jelas. Itulah hukum-hukum Allah, dan barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, maka sungguh, dia telah berbuat zhalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali setelah itu Allah mengadakan suatu ketentuan yang baru. فَاِذَا بَلَغۡنَ اَجَلَهُنَّ فَاَمۡسِكُوۡهُنَّ بِمَعۡرُوۡفٍ اَوۡ فَارِقُوۡهُنَّ بِمَعۡرُوۡفٍ وَّاَشۡهِدُوۡا ذَوَىۡ عَدۡلٍ مِّنۡكُمۡ وَاَقِيۡمُوا الشَّهَادَةَ لِلّٰهِ‌ ؕ ذٰ لِكُمۡ يُوۡعَظُ بِهٖ مَنۡ كَانَ يُؤۡمِنُ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ‌ ۙ وَمَنۡ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجۡعَلْ لَّهٗ مَخۡرَجًا Fa izaa balaghna ajalahunna fa amsikuuhunna bima'ruufin aw faariquuhunna bima'ruufinw wa ashhiduu zawai 'adlim minkum wa aqiimush shahaadata lillaah; zaalikum yuu'azu bihii man kaana yu'minu billaahi wal yawmil aakhir; wa many yattaqil laaha yaj'al lahuu 2. Maka apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujuklah kembali kepada mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, وَّيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ‌ ؕ وَمَنۡ يَّتَوَكَّلۡ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسۡبُهٗ ؕ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمۡرِهٖ‌ ؕ قَدۡ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ قَدۡرًا Wa yarzuqhu min haisu laa yahtasib; wa many yatawakkal 'alal laahi fahuwa husbuh; innal laaha baalighu amrih; qad ja'alal laahu likulli shai'in qadraa 3. dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu. وَالّٰٓـىٴِۡ يَٮِٕسۡنَ مِنَ الۡمَحِيۡضِ مِنۡ نِّسَآٮِٕكُمۡ اِنِ ارۡتَبۡتُمۡ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلٰثَةُ اَشۡهُرٍ وَّالّٰٓـىٴِۡ لَمۡ يَحِضۡنَ‌ ؕ وَاُولَاتُ الۡاَحۡمَالِ اَجَلُهُنَّ اَنۡ يَّضَعۡنَ حَمۡلَهُنَّ ‌ؕ وَمَنۡ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجۡعَلْ لَّهٗ مِنۡ اَمۡرِهٖ یُسْرًا Wallaaa'ii ya'isna minal mahiidi min nisaaa 'ikum inir tabtum fa'iddatuhunna salaasatu ashhurinw wallaaa'ii lam yahidn; wa ulaatul ahmaali ajaluhunna any yada'na hamlahun; wa many yattaqil laaha yaj'al lahuu min armrihii yusraa 4. Perempuan-perempuan yang tidak haid lagi menopause di antara istri-istrimu jika kamu ragu-ragu tentang masa idahnya maka idahnya adalah tiga bulan; dan begitu pula perempuan-perempuan yang tidak haid. Sedangkan perempuan-perempuan yang hamil, waktu idah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya. ذٰ لِكَ اَمۡرُ اللّٰهِ اَنۡزَلَهٗۤ اِلَيۡكُمۡ‌ ؕ وَمَنۡ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يُكَفِّرۡ عَنۡهُ سَيِّاٰتِهٖ وَيُعۡظِمۡ لَهٗۤ اَجۡرًا‏ Zaalika amrul laahi anzalahuu ilaikum; wa many yattaqil laaha yukaffir 'anhu saiyi aatihii wa yu'zim lahuu ajraa 5. Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu; barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya. اَسۡكِنُوۡهُنَّ مِنۡ حَيۡثُ سَكَنۡـتُمۡ مِّنۡ وُّجۡدِكُمۡ وَلَا تُضَآرُّوۡهُنَّ لِتُضَيِّقُوۡا عَلَيۡهِنَّ‌ ؕ وَاِنۡ كُنَّ اُولَاتِ حَمۡلٍ فَاَنۡفِقُوا عَلَيۡهِنَّ حَتّٰى يَضَعۡنَ حَمۡلَهُنَّ‌‌ ۚ فَاِنۡ اَرۡضَعۡنَ لَـكُمۡ فَاٰ تُوۡهُنَّ اُجُوۡرَهُنَّ‌ ۚ وَاۡتَمِرُوۡا بَيۡنَكُمۡ بِمَعۡرُوۡفٍ‌ۚ وَاِنۡ تَعَاسَرۡتُمۡ فَسَتُرۡضِعُ لَهٗۤ اُخۡرٰى ؕ‏ Askinuuhunna min haisu sakantum minw wujdikum wa laa tudaaarruuhunna litudaiyiquu 'alaihinn; wa in kunna ulaati hamlin fa anfiquu 'alihinna hattaa yada'na hamlahunn; fain arda'na lakum fa aatuu hunna ujuurahunna waatamiruu bainakum bima'ruufinw wa in ta'a 6. Tempatkanlah mereka para istri di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan hati mereka. Dan jika mereka istri-istri yang sudah ditalak itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya sampai mereka melahirkan, kemudian jika mereka menyusukan anak-anakmu maka berikanlah imbalannya kepada mereka; dan musyawarahkanlah di antara kamu segala sesuatu dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan, maka perempuan lain boleh menyusukan anak itu untuknya. لِيُنۡفِقۡ ذُوۡ سَعَةٍ مِّنۡ سَعَتِهٖ‌ؕ وَمَنۡ قُدِرَ عَلَيۡهِ رِزۡقُهٗ فَلۡيُنۡفِقۡ مِمَّاۤ اٰتٰٮهُ اللّٰهُ‌ؕ لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفۡسًا اِلَّا مَاۤ اٰتٰٮهَا‌ؕ سَيَجۡعَلُ اللّٰهُ بَعۡدَ عُسۡرٍ يُّسۡرًا Liyuntiq zuu sa'atim min sa'atihii wa man qudira 'alaihi riquhuu falyunfiq mimmaaa aataahul laah; laa yukalliful laahu nafsan illaa maaa aataahaa; sa yaj'alul laahu ba'da'usriny yusraa 7. Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan sesuai dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan. وَكَاَيِّنۡ مِّنۡ قَرۡيَةٍ عَتَتۡ عَنۡ اَمۡرِ رَبِّهَا وَرُسُلِهٖ فَحَاسَبۡنٰهَا حِسَابًا شَدِيۡدًاۙ وَّعَذَّبۡنٰهَا عَذَابًا نُّكۡرًا‏ Wa ka ayyim min qaryatin 'atat 'an amri Rabbihaa wa Rusulihii fahaasabnaahaa hisaaban shadiidanw wa 'azzabnaahaa 'azaaban nukraa 8. Dan betapa banyak penduduk negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-rasul-Nya, maka Kami buat perhitungan terhadap penduduk negeri itu dengan perhitungan yang ketat, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan di akhirat, فَذَاقَتۡ وَبَالَ اَمۡرِهَا وَكَانَ عَاقِبَةُ اَمۡرِهَا خُسۡرًا Fazaaqat wabbala amrihaa wa kaana 'aaqibatu amrihaa khusraa 9. sehingga mereka merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya, dan akibat perbuatan mereka, itu adalah kerugian yang besar. اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمۡ عَذَابًا شَدِيۡدًا‌ ۙ فَاتَّقُوا اللّٰهَ يٰۤاُولِى الۡاَ لۡبَابِ ۖۚ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا ۛؕ قَدۡ اَنۡزَلَ اللّٰهُ اِلَيۡكُمۡ ذِكۡرًا A'addal laahu lahum 'azaaban shadiidan fattaqul laaha yaaa ulil albaab, allaziina aammanuu; qad anzalal laahu ilaikum zikraa 10. Allah menyediakan azab yang keras bagi mereka, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal! Yaitu orang-orang yang beriman. Sungguh, Allah telah menurunkan peringatan kepadamu, رَّسُوۡلًا يَّتۡلُوۡا عَلَيۡكُمۡ اٰيٰتِ اللّٰهِ مُبَيِّنٰتٍ لِّيُخۡرِجَ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوۡرِ‌ؕ وَمَنۡ يُّؤۡمِنۡۢ بِاللّٰهِ وَيَعۡمَلۡ صَالِحًـا يُّدۡخِلۡهُ جَنّٰتٍ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَاۤ اَبَدًا‌ؕ قَدۡ اَحۡسَنَ اللّٰهُ لَهٗ رِزۡقًا Rasuulany yatluu 'alaikum aayaatil laahi mubaiyinaatil liyukhrijal laziina aamanuu wa 'amilus saalihaati minaz zulumaati ilan nuur; wa many yu'mim billaahi wa ya;mal saalihany yudkhilhu jannaatin tajrii min tahtihal anhaaru khaalidiina fiihaa abadan qad a 11. dengan mengutus seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah kepadamu yang menerangkan bermacam-macam hukum, agar Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya. اَللّٰهُ الَّذِىۡ خَلَقَ سَبۡعَ سَمٰوٰتٍ وَّمِنَ الۡاَرۡضِ مِثۡلَهُنَّ ؕ يَتَنَزَّلُ الۡاَمۡرُ بَيۡنَهُنَّ لِتَعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ وَّاَنَّ اللّٰهَ قَدۡ اَحَاطَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عِلۡمًا Allaahul lazii khalaq Sab'a Samaawaatinw wa minal ardi mislahunna yatanazzalul amru bainahunna lita'lamuuu annal laaha 'alaa kulli shai'in Qadiirunw wa annal laaha qad ahaata bikulli shai'in ilmaa 12. Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari penciptaan bumi juga serupa. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu. - Surah At-Talaq merupakan surah ke-65 di dalam Al-Qur’an dan termasuk ke dalam golongan Surah Madaniyah, yakni surah yang diturunkan di kota Madinah. Pada Al Qur’an, Surah At-Talaq berposisi di juz ke-28 dan terdiri dari 12 ayat. Nama At-Talaq, diambil dari ayat pertama yang berarti Talak. Di dalam surah tersebut, Allah SWT menjelaskan terkait hukum talak, iddah, dan kewajiban suami serta istri pada kedua masa tersebut. Salah satu ayat yang memiliki Asbabul Nuzul dari Surah At-Talaq adalah ayat pertama. Hal tersebut diceritakan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Qatadah yang bersumber dari Anas. Kemudian, juga termaktub dari dua sumber hadis mursal, yakni dari riwayat Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah dan riwayat oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Sirin. Rasulullah SAW hendak menjatuhkan talak kepada Istrinya yang bernama Hafshah bin Umar. Sehingga, Hafshah pulang kepada keluarganya. Kemudian, keluarga Hafshah menemui Nabi Muhammad SAW dan di saat itulah ayat pertama surah At-Talak diwahyukan. “Wahai Nabi! Apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat menghadapi idahnya yang wajar, dan hitunglah waktu idah itu, serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumahnya dan janganlah diizinkan keluar kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan keji yang jelas. Itulah hukum-hukum Allah, dan barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, maka sungguh, dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali setelah itu Allah mengadakan suatu ketentuan yang baru.” Surah At-Talaq {65}1 Selain itu, Surah At-Talaq juga mengajurkan kepada setiap umat Islam, supaya selalu bertakwa kepada Allah SWT yang telah mengutus sosok Nabi Muhammad SAW dengan membawa sebuah petunjuk. Bacaan Surah At-Talaq Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Artinya Berikut bacaan surah Al-Talaq dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya dalam bahasa Indonesia seperti dilansir dari laman Kemenag يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاۤءَ فَطَلِّقُوْهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَاَحْصُوا الْعِدَّةَۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ رَبَّكُمْۚ لَا تُخْرِجُوْهُنَّ مِنْۢ بُيُوْتِهِنَّ وَلَا يَخْرُجْنَ اِلَّآ اَنْ يَّأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍۗ وَتِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ ۗوَمَنْ يَّتَعَدَّ حُدُوْدَ اللّٰهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهٗ ۗ لَا تَدْرِيْ لَعَلَّ اللّٰهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذٰلِكَ اَمْرًا - ١ Arab Latin Yā ayyuhan-nabiyyu iżā ṭallaqtumun-nisā`a fa ṭalliqụhunna li’iddatihinna wa aḥṣul-iddah, wattaqullāha rabbakum, lā tukhrijụhunna mim buyụtihinna wa lā yakhrujna illā ay ya`tīna bifāḥisyatim mubayyinah, wa tilka ḥudụdullāh, wa may yata’adda ḥudụdallāhi fa qad ẓalama nafsah, lā tadrī la’allallāha yuḥdiṡu ba’da żālika amrāArtinya “Wahai Nabi! Apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat menghadapi idahnya yang wajar, dan hitunglah waktu idah itu, serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumahnya dan janganlah diizinkan keluar kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan keji yang jelas. Itulah hukum-hukum Allah, dan barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, maka sungguh, dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali setelah itu Allah mengadakan suatu ketentuan yang baru.” فَاِذَا بَلَغْنَ اَجَلَهُنَّ فَاَمْسِكُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ فَارِقُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ وَّاَشْهِدُوْا ذَوَيْ عَدْلٍ مِّنْكُمْ وَاَقِيْمُوا الشَّهَادَةَ لِلّٰهِ ۗذٰلِكُمْ يُوْعَظُ بِهٖ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ەۗ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ - ٢ Arab Latin Fa iżā balagna ajalahunna fa amsikụhunna bima’rụfin au fāriqụhunna bima’rụfiw wa asy-hidụ żawai adlim mingkum wa aqīmusy-syahādata lillāh, żālikum yụ’aẓu bihī mang kāna yu`minu billāhi wal-yaumil-ākhir, wa may yattaqillāha yaj’al lahụ makhrajāArtinya “Maka apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujuklah kembali kepada mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,” وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا - ٣ Arab Latin Wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja’alallāhu likulli syai`ing qadrāArtinya “dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” وَالّٰۤـِٔيْ يَىِٕسْنَ مِنَ الْمَحِيْضِ مِنْ نِّسَاۤىِٕكُمْ اِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلٰثَةُ اَشْهُرٍۙ وَّالّٰۤـِٔيْ لَمْ يَحِضْنَۗ وَاُولَاتُ الْاَحْمَالِ اَجَلُهُنَّ اَنْ يَّضَعْنَ حَمْلَهُنَّۗ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ اَمْرِهٖ يُسْرًا - ٤ Arab Latin Wal-lā`i ya`isna minal-maḥīḍi min nisā`ikum inirtabtum fa iddatuhunna ṡalāṡatu asy-huriw wal-lā`i lam yahiḍn, wa ulātul-aḥmāli ajaluhunna ay yaḍa’na ḥamlahunn, wa may yattaqillāha yaj’al lahụ min amrihī yusrāArtinya “Perempuan-perempuan yang tidak haid lagi menopause di antara istri-istrimu jika kamu ragu-ragu tentang masa idahnya maka idahnya adalah tiga bulan; dan begitu pula perempuan-perempuan yang tidak haid. Sedangkan perempuan-perempuan yang hamil, waktu idah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.” ذٰلِكَ اَمْرُ اللّٰهِ اَنْزَلَهٗٓ اِلَيْكُمْۗ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّاٰتِهٖ وَيُعْظِمْ لَهٗٓ اَجْرًا - ٥ Arab Latin Zālika amrullāhi anzalahū ilaikum, wa may yattaqillāha yukaffir an-hu sayyi`ātihī wa yu’ẓim lahū ajrāArtinya “Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu; barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya.” اَسْكِنُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنْتُمْ مِّنْ وُّجْدِكُمْ وَلَا تُضَاۤرُّوْهُنَّ لِتُضَيِّقُوْا عَلَيْهِنَّۗ وَاِنْ كُنَّ اُولَاتِ حَمْلٍ فَاَنْفِقُوْا عَلَيْهِنَّ حَتّٰى يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّۚ فَاِنْ اَرْضَعْنَ لَكُمْ فَاٰتُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّۚ وَأْتَمِرُوْا بَيْنَكُمْ بِمَعْرُوْفٍۚ وَاِنْ تَعَاسَرْتُمْ فَسَتُرْضِعُ لَهٗٓ اُخْرٰىۗ - ٦ Arab Latin Askinụhunna min ḥaiṡu sakantum miw wujdikum wa lā tuḍārrụhunna lituḍayyiqụ alaihinn, wa ing kunna ulāti ḥamlin fa anfiqụ alaihinna ḥattā yaḍa’na ḥamlahunn, fa in arḍa’na lakum fa ātụhunna ujụrahunn, wa`tamirụ bainakum bima’rụf, wa in ta’āsartum fa saturḍi’u lahū ukhrāArtinya “Tempatkanlah mereka para istri di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan hati mereka. Dan jika mereka istri-istri yang sudah ditalak itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya sampai mereka melahirkan, kemudian jika mereka menyusukan anak-anakmu maka berikanlah imbalannya kepada mereka; dan musyawarahkanlah di antara kamu segala sesuatu dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan, maka perempuan lain boleh menyusukan anak itu untuknya.” لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِّنْ سَعَتِهٖۗ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهٗ فَلْيُنْفِقْ مِمَّآ اٰتٰىهُ اللّٰهُ ۗ لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا مَآ اٰتٰىهَاۗ سَيَجْعَلُ اللّٰهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًا ࣖ - ٧ Arab Latin Liyunfiq żụ sa’atim min sa’atih, wa mang qudira alaihi rizquhụ falyunfiq mimmā ātāhullāh, lā yukallifullāhu nafsan illā mā ātāhā, sayaj’alullāhu ba’da usriy yusrāArtinya “Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan sesuai dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.” وَكَاَيِّنْ مِّنْ قَرْيَةٍ عَتَتْ عَنْ اَمْرِ رَبِّهَا وَرُسُلِهٖ فَحَاسَبْنٰهَا حِسَابًا شَدِيْدًاۙ وَّعَذَّبْنٰهَا عَذَابًا نُّكْرًا - ٨ Arab Latin Wa ka`ayyim ming qaryatin atat an amri rabbihā wa rusulihī fa ḥāsabnāhā ḥisāban syadīdaw wa ażżabnāhā ażāban nukrāArtinya “Dan betapa banyak penduduk negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-rasul-Nya, maka Kami buat perhitungan terhadap penduduk negeri itu dengan perhitungan yang ketat, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan di akhirat,” فَذَاقَتْ وَبَالَ اَمْرِهَا وَكَانَ عَاقِبَةُ اَمْرِهَا خُسْرًا - ٩ Arab Latin Fa żāqat wa bāla amrihā wa kāna āqibatu amrihā khusrāArtinya “Sehingga mereka merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya, dan akibat perbuatan mereka, itu adalah kerugian yang besar.” اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيْدًا ۖفَاتَّقُوا اللّٰهَ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِۛ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۛ قَدْ اَنْزَلَ اللّٰهُ اِلَيْكُمْ ذِكْرًاۙ - ١٠ Arab Latin A’addallāhu lahum ażāban syadīdan fattaqullāha yā ulil-albāb, allażīna āmanụ qad anzalallāhu ilaikum żikrāArtinya “Allah menyediakan azab yang keras bagi mereka, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal! Yaitu orang-orang yang beriman. Sungguh, Allah telah menurunkan peringatan kepadamu,” رَّسُوْلًا يَّتْلُوْا عَلَيْكُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ مُبَيِّنٰتٍ لِّيُخْرِجَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُّدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ قَدْ اَحْسَنَ اللّٰهُ لَهٗ رِزْقًا - ١١ Arab Latin Rasụlay yatlụ alaikum āyātillāhi mubayyinātil liyukhrijallażīna āmanụ wa amiluṣ-ṣāliḥāti minaẓ-ẓulumāti ilan-nụr, wa may yu`mim billāhi wa ya’mal ṣāliḥay yudkhil-hu jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā, qad aḥsanallāhu lahụ rizqāArtinya “dengan mengutus seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah kepadamu yang menerangkan bermacam-macam hukum, agar Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya.” اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ وَّمِنَ الْاَرْضِ مِثْلَهُنَّۗ يَتَنَزَّلُ الْاَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ەۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ قَدْ اَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا ࣖ - ١٢ Arab Latin Allāhullażī khalaqa sab’a samāwātiw wa minal-arḍi miṡlahunn, yatanazzalul-amru bainahunna lita’lamū annallāha alā kulli syai`ing qadīruw wa annallāha qad aḥāṭa bikulli syai`in ilmāArtinya “Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari penciptaan bumi juga serupa. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.”Baca juga Surah Ar-Rahman Ayat 1-30 Arab, Latin, Terjemahan & Keutamaannya Keutamaan & Tafsir Bacaan Surah Al-Falaq Untuk Minta Perlindungan Bacaan Surat Al-Waqiah Lengkap Arab, Latin dan Maknanya - Sosial Budaya Kontributor Syamsul Dwi MaarifPenulis Syamsul Dwi MaarifEditor Dhita Koesno Introduction This Medinian sûrah outlines the manner of divorce and accommodation of divorced women and their young children verses 1-7. Those who comply with Allāh's commands are promised a great reward, whereas those who defy Him are warned of the fate of those who were destroyed before. Complying with Allāh's orders is elaborated upon in the next sûrah. Details from Tafheem-ul-Qurʾān NameAt-Talaq is not only the name of this Surah but also the title of its subject matter, for it contains commandments about Talaq divorce itself. Period of RevelationHadrat Abdullah bin Masud has pointed out, and the internal evidence of the subject matter of the Surah confirms the same, that it must have been sent down after those verses of surah Al-Baqarah in which commandments concerning divorce were given for the first time. Although it is difficult to determine precisely what is its exact date of revelation, yet the traditions in any case indicate that when the people started making errors in understanding the commandments of Surah Al-Baqarah, and practically also they began to commit mistakes, Allāh sent down these instructions for their correction. Theme and Subject MatterIn order to understand the commandments of this Surah, it would be useful to refresh one's memory about the instructions which have been given in the Qurʾān concerning divorce and the waiting period Iddat above. "Divorce may be pronounced twice; then the wife may either be kept back in fairness or allowed to separate in fairness." Al Baqarah 229 "And the divorced women after the pronouncement of the divorce must wait for three monthly courses...and their husbands are fully entitled to take them back as their wives during this waiting period, if they desire reconciliation." Al Baqarah 228 "Then, if the husband divorces his wife for the third time, she shall not remain lawful for him after this divorce, unless she marries another husband..." Al-Baqarah 230 "When you marry the believing women, and then divorce them before you have touched them, they do not have to fulfil a waiting period, the completion of which you may demand of them." Al-Ahzab 49 "And if those of you who die, leave wives behind, the women should abstain from marriage for four months and ten days." Al-Baqarah 234 The rules prescribed in these verses were as follows A man can pronounce at the most three divorces on his wife. In case the husband has pronounced one or two divorces he is entitled to keep the woman back as wife within the waiting period and if after the expiry of the waiting period the two desire to re-marry, they can re-marry; there is no condition of legalisation tahlil. But if the husband has pronounced three divorces, he forfeits his right to keep her as his wife within the waiting period, and they cannot re-marry unless the woman remarries another husband and he subsequently divorces her of his own free will. The waiting period of the woman, who menstruates and marriage with whom has been consummated, is that she should pass three monthly courses. The waiting period in case of one or two divorces is that the woman is still the legal wife of the husband and he can keep her back as his wife within the waiting period. But if the husband has pronounced three divorces, this waiting period cannot be taken advantage of for the purpose of reconciliation, but it is only meant to restrain the woman from re-marrying another person before it comes to an end. There is no waiting period for the woman, marriage with whom has not been consumated, and who is divorced even before she is touched. She can re-marry, if she likes, immediately after the divorce. The waiting period of the woman whose husband dies, is four months and ten days. Here, one should understand well that Surah At-Talaq was not sent down to annul any of these rules or amend it, but it was sent down for two purposes first, that the man who has been given the right to pronounce divorce should be taught such judicious methods of using this right as do not lead to separation, as far as possible however, if separation does take place, it should only be in case all possibilities of mutual reconciliation have been exhausted. For in the Divine Law provision for divorce has been made only as an unavoidable necessity; otherwise Allāh does not approve that the marriage relationship that has been established between a man and a woman should ever break. The Holy Prophet upon whom be Allāh's peace has said "Allāh has not made lawful anything more hateful in His sight than divorce." Abu Daud. And "Of all the things permitted by the Law, the most hateful in the sight of Allāh is the divorce." Abu Daud. The second object was to complement this section of the family law of Islam by supplying answers to the questions that had remained after the revelation of the commandments in Surah Al-Baqarah. So, answers have been supplied to the following questions What would be the waiting period of the women, marriage with whom has been consummated and who no longer menstruate, or those who have not yet menstruated, in case they are divorced? What would be the waiting period of the woman, who is pregnant, or the woman whose husband dies, if she is divorced?And what arrangements would be made for the maintenance and lodging of the different categories of divorced women, and for the fosterage of the child whose parents have separated on account of a divorce? Name At-Talaq is not only the name of this Surah but also the title of its subject matter, for it contains commandments about Talaq divorce itself. Hadrat \`Abdullah bin Mas\`ud has described it as Surah an-Nisa al-qusra also, the shorter Surah an-Nisa. Period of Revelation Hadrat Abdullah bin Masud has Pointed out, and the internal evidence of the subject matter of the Surah confirms the same, that it must have been sent down after those verses of surah Al-Baqarah in which commandments concerning divorce were given for the first time. Although it is difficult to determine precisely what is its exact date of revelation, yet the traditions in any case indicate that when the people started making errors in understanding the commandments of Surah Al-Baqarah, and practically also they began to commit mistakes, Allah sent down these instructions for their correction. Theme and Subject Matter In order to understand the commandments of this Surah, it would be useful to refresh one's memory about the instructions which have been given in the Qur'an concerning divorce and the waiting period Iddat above. "Divorce may be pronounced twice; then the wife may either be kept back in fairness or allowed to separate in fairness." Al Baqarah 229 "And the divorced women after the pronouncement of the divorce must wait for three monthly courses... and their husbands are fully entitled to take them back as their wives during this waiting period, if they desire reconciliation." Al Baqarah 228 "Then, if the husband divorces his wife for the third time, she shall not remain lawful for him after this divorce, unless she marries another husband..." Al Baqarah 230 "When you marry the believing women, and then divorce them before you have touched them, they do not have to fulfill a waiting period, the completion of which you may demand of them." Al-Ahzab 49 "And if those of you who die, leave wives behind, the women should abstain from marriage for four months and ten days." Al Baqarah 234 The rules prescribed in these verses were as follows A man can pronounce at the most three divorces on his wife. In case the husband has pronounced one or two divorces he is entitled to keep the woman back as wife within the waiting period and if after the expiry of the waiting period the two desire to re-marry, they can re- marry there is no condition of legalization tahlil. But if the husband has pronounced three divorces, he forfeits his right to keep her as his wife within the waiting. period, and they cannot re-marry unless the woman re-marries another husband and he subsequently divorces her of his own free will. The waiting period of the woman, who menstruates and marriage with whom has been consummated, is that she should pass three monthly courses. The waiting period in case of one or two divorces is that the woman is still the legal wife of the husband and he can keep her back as his wife within the waiting period. But if the husband has pronounced three divorces, this waiting period cannot be taken advantage of for the purpose of reconciliation, but it is only meant to restrain the woman from re-marrying another person before it comes to an end. There is no waiting. period for the woman, marriage with whom has not been consummated, and who is divorced even before she is touched. She can re-marry, if she likes, immediately after the divorce. The waiting period of the woman whose husband dies, is four months and ten days. Here, one should understand well that Surah At-Talaq was not sent down to annul any of these rules or amend it, but it was sent down for two purposes; First, that the man who has been given the right to pronounce divorce should be taught such judicious methods of using this right as do not lead to separation, as far as possible however, if separation does take place, it should only be in case all possibilities of mutual reconciliation have been exhausted. For in the Divine Law provision for divorce has been made only as an unavoidable necessity; otherwise Allah does not approve that the marriage relationship that has been established between a man and a woman should ever break. The Holy Prophet upon whom be Allah's peace has said "Allah has not made lawful anything more hateful in His sight than divorce." Abu Daud. And "Of all the things permitted by the Law, the most hateful in the sight of Allah is the divorce, Abu Daud The second object was to complement this section of the family law of Islam by supplying answers to the questions that had remained after the revelation of the commandments in Surah Al-Baqarah. So, answers have been supplied to the following questionsWhat would be the waiting period of the women, marriage with whom has been consummated and who no longer menstruate, or those who have not yet menstruated, in case they are divorced? What would be the waiting period of the woman, who is pregnant, or the woman whose husband dies, if she is divorced?And what arrangements would be made for the maintenance and lodging of the different categories of divorced women, and for the fosterage of the child whose parents have separated on account of a divorce?

surah at talaq latin