Menurutpembagian berdasarkan kategori kata yang menjadi unsur pusatnya, frasa dibedakan menjadi enam kategori, yakni frasa nomina, frasa verba, frasa ajektifa, frasa numeralia, frasa preposisi, dan frasa konjungsi. 1. Frasa Nomina Frasa nomina adalah frasa yang memiliki unsur pusat berupa kata nomina. Mengutipbuku Pintar Pidato: Kiat Menjadi Orator Hebat (2020) Berikutini termasuk kkelompok verba C.bernyanyi,menari,ditepi,tercepatD.memasukkan,menulis, menyirami, membukaE.bergetar, datang,sepi,mainkan. Yaitusebuah verba yang terbentuk dari 2 kata lainnya, selanjutnya setelah disatukan akan memberikan arti baru. Sebagai contoh yaitu seperti cari mati, cuci darah, dan lain-lain. Menurut Bentuk Lain Verba atau kata kerja juga dapat dibagi menjadi 3 kelompok dalam bentuk lain yaitu verba benefaktif, reflektif, dan resiprokal. Kata Kerja Benefaktif Untukverba aktif dapat diberikan imbuhan kata 'sedang' dan untuk verba yang menyatakan keadaan dapat diberikan imbuhan kata ' sudah'. Jenis frasa ini tidak bisa diberikan imbuhan kata 'sangat' dan umumnya menduduki fungsi sebagai predikat pada sebuah kalimat. Contoh frasa verba dapat kamu pahami pada beberapa frasa berikut ini: Verba: kerja. Kelompok Verba (Modifikatif) : kerja rodi, kerja lembur, dll. b. Kelompok verba koordinatif, yaitu kelompok verba di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang. Contoh. Verba : tidur Kelompok Verba (Koordinatif) : tidur makan. c. Kelompok verba apositif, yaitu sebagai keterangan yang ditambahkan atau diselipkan. Contoh kalimat. Perhatikancontoh berikut. 1. Ibu (s) sedang membersihkan (p) kamar itu. (o) 2. Rakyat mencintai pemimpin yang jujur. 3. Polisi harus memperlancar arus lalu lintas. 4. Sekarang orang sukar mencari pekerjaan. 2. Verba Ekatransitif Adalah verba transitif yang diikuti oleh satu objek contoh : Ibu akan membeli baju Saya sedang mencari pekerjaan verbaadalah kata kerja, verba itu ada dua, yaitu verba dasar dan turunan. contoh verba dasar : mandi, tidur, lari, pergi, tiba. contoh verba turunan : mendarat, berlayar, membuka, berjuang, terjadi, meningkat Analisisdata frase eksosentrik nondirektif yang terdapat dalam Berita berikut: Jumlah ini kurang dari setengah lulusanSD se-Pekanbaru yang mencapai sekitar 19.000an murid. Berdasarkan data 1, frase yang mencapai termasuk frase ekosentrik nondirektif, karena frase eksosentrik nondirektif unsur perangkainya berupa artikulus Pengertian ciri-ciri kata kerja (verba) adalah pembahasan utama materi pelajaran bahasa indonesia yang akan dibahas dengan lengkap pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Kata Kerja (Verba) yang akan uraikan yakni sebagai berikut : 1. Pengertian kata kerja (verba). 2. #2 jenis kata kerja (verba). 3. Ciriciri verba dapat diketahui dengan mengamati perilaku bentuk-bentuk kebahasaannya (morfologi, sintaksis, dan semantiknya). Tulisan ini akan mengamati verba dari aspek semantic atau maknanya. Dari aspek semantik (maknanya), verba terbagi menjadi tiga, yaitu (1) verba perbuatan (aksi), (2) proses, dan (3) keadaan. Verbaterbagi menjadi enam jenis, yaitu verba relasional, verba material, verba mental, verba perilaku, verba verbal dan verba ekstistensial. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai jenis-jenis verba yang telah disebutkan di atas, simak pembahasan berikut ini. 1. Verba Relasional Verbaserta frasa verbal bisa berfungsi sebagai objek Contohnya: "Adi mencoba tidur tanpa bantal". Verba serta frasa verbal sebagai pelengkap Contohnya: "Nadya sudah lama berhenti menari". Verba dan frasa verbal sebagai keterangan Contohnya: "Theo datang berkunjung kemarin". Macam verba. Sebagai kata kerja, berikut kelompok verba, yakni: Berikutini yang bukan merupakan hal-hal yang bisa menghambat terjadinya integrasi nasional adalah toleransi. sifat lainnya dalam pilihan merupakan kelompok radikal yang berbasis kelompok Dan gerakannya bersifat tersembunyi atau terang terangan dalam aksi gerakannya, kelompok ini dapat menghambat integrasi sosial terutama di Negara yang 21.3 Kata Kerja (Verba) Sebagian besar verba mewakili unsur semantik perbuatan, keadaan, atau proses; kelas ini dalam bahasa Indonesia ditandai dengan kemungkinan untuk diawali dengan kata tidak dan tidak mungkin diawali dengan kata seperti sangat, ;ebih, dsb; misalnya datang, naik, bekerja, dsb. (Kridalaksana, 2008: 254). pTNDlT. Jakarta - Verba adalah kata kerja. Jika berdasarkan macamnya, verba dibagi menjadi dua, yakni verba asal dan verba buku Pendalaman Materi Indonesia Modul I Tata Bahasa oleh Esti Swatika, verba adalah kata yang menyatakan makna perbuatan, pekerjaan, tindakan, proses, atau dari itu, verba juga disebut sebagai kata kerja dan memiliki fungsi utama sebagai predikat dalam sebelum membahas lebih dalam mengenai verba dasar dan verba turunan, kamu harus memahami lebih dahulu ciri-ciri VerbaSecara umum, verba memiliki ciri-ciri sebagai berikut1. Berfungsi sebagai predikat atau kata kerja dalam Mengandung makna yang berhubungan erat dengan perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat atau sebab akibat kausalitas.3. Verba tidak dapat diberi imbuhan atau prefix "ter-" yang memiliki arti kata pergi tidak dapat berubah menjadi Pada umumnya verba tidak bisa bergabung dengan kata yang memiliki makna untuk menyatakan ukuran sangat, seperti agak, sedikit, sangat, dan lainnya. Kata verba belajar tidak dapat digabungkan menjadi agak belajar atau sangat bahasa Indonesia, verba dibagi menjadi dua macam, yaitu verba dasar dan verba turunan. Verba asal adalah verba yang dapat berdiri sendiri, sedangkan verba turunan merupakan verba yang dibentuk melalui proses transposisi, penambahan afiks, reduplikasi pengulangan, atau pemajemukan pemaduan.Contoh kata verba dasar- Makan- Minum- Pergi- Pulang- Bangun- Lari- Tidur- Jatuh- DudukContoh kata verba turunan- Membeli- Menyapu- Bersepeda- Menulis- Melihat- Bernyanyi- Menerka-nerka, merupakan contoh verba turunan hasil reduplikasi- Jatuh bangun, merupakan contoh verba turunan hasil pemaduan verba jatuh dan bangunContoh penggunaan verba asal dalam kalimat adalah sebagai berikut1. Kita perlu tidur sekitar delapan jam dalam satu Aku sudah duduk di kursi ini selama satu Kita akan pergi ke Semarang besok Dita sudah pulang ke rumahnya sejak 15 menit yang Budi jatuh dari pohon manga di depan rumahnya pada hari verba turunan dalam kalimat dapat dilihat pada contoh di bawah ini1. Keluarga Tono bersepeda bersama-sama setiap hari Ibu membeli sayur asem di warung nasi milik Bu Kakak sedang menyapu halaman Usaha Pak Dono mengalami jatuh bangun selama dua Adik sedang menulis surat untuk temannya di membaca contoh-contoh verba di atas, bisakah detikers membuat kalimat dengan kata verba lainnya? Simak Video "Putri Ariani Dapat Beasiswa ke The Juilliard School" [GambasVideo 20detik] nwy/nwy Hidup manusia tidak akan terlepas dari 1 “kata” pun. Sebuah “kata” tidak hanya sekedar alat komunikasi belaka, namun ia dapat menjadi perantara manusia mengungkapkan konten pikirannya. “Kata” menjadi representasi dari pikiran untuk menyingkapkan keinginan manusia. Manusia tanpa “kata” ibarat seorang bayi yang baru terlahir, tidak dapat dipahami secara konkret. Kata merupakan satuan paling besar dari morfologi, sekaligus satuan paling kecil dalam sintaksis. Dimana ilmu morfologi berarti ilmu tentang bentuk kata, sedangkan sintaksis berarti ilmu tentang tata kalimat. Berdasarkan definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata adalah unsur bahasa yang dituliskan atau diucapkan yang merupakan manifestasi kesatuan perasaan dan pikiran serta digunakan dalam berbahasa. Klasifikasi Kelas Kata Menurut Bahasawan Para ahli bahasa bahasawan berbeda – beda dalam mengklasifikasikan kata. 1. Menurut Aristoteles kelas kata meliputi Onoma Rhema Syndeimoi 2. Sedangkan di Belanda untuk menentukan adanya kelas kata, digunakan kriteria valensi morfologis dan valensi sintaksis. Valensi morfologis adalah kemampuan satu morfem dengan morfem lain yang saling melekat sehingga membentuk suatu kata Valensi sintaskis adalah kemampuan suatu kata bergabung dengan kata lain sehingga menghasilkan satu kelompok berupa keseluruhan kalimat. 3. Ramlan, menentukan kelas kata dengan memakai kriteria makna, sintaksis, morfologi dan gabungan tiga kriteria tersebut. 4. Alisyahbahana menyampaikan bahwa secara tradisional kata diklasifikasikan ke dalam kelas verba, ajektiva, nomina, adverbial, numerilia, kongjungsi, preposisi, pronominal, interjeksi, artikula. 5. Selain tersebut di atas pendapat tentang pembagian jenis atau kelas kata dalam kaidah bahasa Indonesia, Sutan Muh. Zain mengklasifikasikan kata-kata dalam bahasa Indonesia terdiri dari 9 Jenis, meliputi kata kerja kata benda kata pengganti dan kata penujuk benda kata bilangan kata sifat kata tambahan kata perangkai kata penghubung kata seru atau kata lukisan rasa. 6. Peliknya perbedaan pendapat tentang klasifikasi kata telah dimulai lama yang berawal dari pendapat filosof-filosof asal Yunani 7. Pembagian jenis atau kelas kata di dalam bahasa pada umumnya di dunia, termasuk bahasa Indonesia, terbagi atas sepuluh jenis atau kelas kata, meliputi Nomina Kata benda Verba Kata kerja Kata sifat adjektiva Promina Kata ganti Adverbia Kata keterangan Numeralia Kata bilangan Konjungsi Kata sambung Artikel Kata sandang Interjeksi Kata seru Perposisi Kata depan 8. Moeliono berpendapat lain mengenai pembagian kelas kata dalam bahasa Indonesia. Pendapat ini dianggap paling mutakhir. Ia mengemukakan bahwa kata diklasifikasikan ke dalam lima jenis, yaitu kata kerja kata sifat kata keterangan rumpun kata benda yang memiliki anggota kata benda, kata bilangan, kata ganti rumpun kata tugas yang memiliki anggota kata depan, kata seru, kata sambung, partikel dan kata sandang. Pembagian kelas atau jenis jenis kata yang dilakukan para bahasawan ahli bahasa di atas tentu telah didasari dan dipertimbangkan dengan matang serta didukung dengan argumen yang kuat. Dalam kaidah bahasa Indonesia, jenis jenis kata di atas telah dikenal secara luas. 1. Kelas Nomina Kata Benda Nomina, bahasawan menyebutnya kata benda merupakan kata yang mengacu pada suatu benda baik konkret maupun abstrak. Kata benda harus dikenali karena akan berperan sebagai subjek, objek, keterangan dan pelengkap dalam kalimat. Untuk membedakan jenis atau kelas kata benda, dapat mengujinya dengan cara berikut Aturan I menambahkan kata “yang + kata sifat” diletakkan setelah kata yang diuji. Aruran II menambahkan kata “yang sangat + kata sifat” diletakkan setelah kata yang diuji. Kata-kata seperti pohon, buku, kekasih, orang, pengetahuan dan pikiran termasuk sebagai nomina kata benda karena bisa diikuti oleh kedua kombinasi di atas. Berikut contoh petunjuk menentukan suatu kata yang tergolong kelas nomina dengan menggunakan pembuktian di atas. pohon + yang besar menguji dengan aturan I buku + yang sangat murah menguji dengan aturan II kekasih + yang setia menguji dengan aturan I orang + yang sangat baik menguji dengan aturan II pengetahuan + yang luas menguji dengan aturan I pikiran + yang sangat cemerlang menguji dengan aturan II Selain kata-kata tentang benda yang sudah nyata-nyata berasal dari nama suatu benda, terdapat dua macam jenis kata lain yang juga termasuk nomina kata benda, yaitu promina kata ganti promina dan numeralia kata bilangan. Promina kata ganti merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan kata benda lain. Sedangkan numeralia merupakan kata yang digunakan untuk menghitung jumlah orang, barang atau binatang. Contoh promina tunggal persona pertama aku, saya, beta, daku, -ku Contoh promina tunggal persona kedua kamu, engkau, anda, kau, -mu, dikau Contoh promina tunggal persona ketiga dia, ia, beliau, -nya Contoh promina jamak persona pertama kami, kita Contoh promina jamak persona kedua kalian, anda sekalian, kamu sekalian Contoh promina jamak persona ketiga mereka 2. Kelas Verba Kata Kerja Verba, bahasawan menyebutnya kata kerja merupakan kata yang menyatakan tindakan, keadaan dan proses yang bukan termasuk kata sifat. Pada umumnya kata kerja berperan sebagai predikat dalam kalimat. Kita dapat mengetahui suatu kata tergolong kata kerja dengan mengujinya dengan metode berikut Aturan I, Menambahkan kata “dengan + kata benda” diletakkan setelah kata yang diuji. Aturan II, Menambahkan “dengan + kata sifat” diletakkan setelah kata yang diuji. Kata-kata seperti bersih, tulis, pergi, tangkap, bicara, lihat, aduk, berpergian, berbicara, usap, melihat termasuk kata kerja verba karena ketika digabung dengan format kedua kontruksi penguji di atas akan memunculkan makna yang jelas. Perhatikanlah penggabungan kata-kata berikut ini. Membersihkan + dengan sapu menguji dengan aturan I Tulis + dengan spidol menguji dengan aturan I menulis + dengan lambat menguji dengan aturan II Pergi + dengan kakak menguji dengan aturan I berpergian + dengan senang menguji dengan aturan II Bicara + dengan guru menguji dengan aturan I berbicara + dengan lancar menguji dengan aturan II Lihat + dengan penglihatan menguji dengan aturan I Tangkap + dengan tangan menguji dengan aturan I Aduk + dengan sendok menguji dengan aturan I Contoh tesebut di atas menunjukkan bentuk verba ada dua jenis yaitu Verba asal, yaitu verba kata kerja yang bisa berdiri sendiri pada suatu kalimat tanpa afiks imbuhan Verba turunan yaitu verba kata kerja dengan memakai afiks. Berikut penjelasan verba turunan dalam tabel. Tabel Afiks pada Kata Kerja BentukImbuhanContohPrefiksdi-dipakai, dibawa, dipukul, ditiup, dibaca ber-bertemu, berkarya, bergulat, berlayar per-perpindah, perkuat, perkecil, perbaik ter-tersenyum, tertawa, ternoda, terbawa me-membawa, melatih, mendengar, membacaSufiks-inamai, tandai, gulai -kancamkan, maafkan, antarkan, matikanKonfiksber- + -anberpelukan, berlarian, berpergian ber- + -kanberselimutkan, beralaskan di- + -idipengaruhi, dicintai, diselimuti di- + -kandiambilkan, dibuatkan, dibacakan ke- + -ankedatangan, kejatuhan, kemasukan memper-memperindah, memperjelas, mempermudah, mempercantik memper- + -kanmempertemukan, mempertanyakan, memperhatikan me- + -kanmembuatkan, meluruskan, mendatangkan Selain beberapa bentuk verba di atas, terdapat pula bentuk verba kata kerja yang lainnya, diantaranya Verba kata kerja reduplikasi atau verba atau kata kerja berulang baik dengan afiks imbuhan atau tanpa afiks. Misalnya batuk-batuk, makan-makan, tembak-menembak, berlari-lari. Verba kata kerja majemuk, yaitu verba atau kata kerja yang formasinya melalui langkah penggabungan suatu kata dengan kata lainnya, tetapi hasil penggabungan tersebut bukan menjadi idiom. Misalnya temu wicara, terjun payung, tatap muka, siap tempur. Verba kata kerja berpreposisi, yaitu verba atau kata kerja intrasitif yang selalu dibarengi preposisi tertentu. Misalnya berdiskusi tentang, tahu akan, cinta pada, terdiri dari, tergolong sebagai, sejalan dengan, menyesal atas. Verba kata kerja trasitif, yaitu verba yang memerlukan objek. Misal makan, minum, angkat. Verba kata kerja intrasitif, yaitu verba yang tidak memerlukan objek Misalnya maju, mundur, terbang, pulang, pergi. 3. Kelas Adjektiva Kata Sifat Adjektiva, bahasawan menyebutnya kata sifat adalah kata yang menunjukkan sifat, watak, keadaaan, tabiat seseorang, suatu benda atau binatang. Di dalam sebuah kalimat, sifat kata umumnya berperan untuk memperjelas subjek, perdikat, serta objek. Berdasarkan bentuknya kata sifat atau ajektiva dibedakan menjadi dua macam, meliputi kata sifat atau ajektiva berbentuk tunggal dan ajektiva berimbuhan. Ajektiva berbentuk tunggal meiliki ciri-ciri berikut ajektiva berbentuk tunggal, terdapat keterangan pembanding seperti kurang, lebih, dan paling. Misalnya kurang bagus, lebih baik, paling pintar. Ajekitva berbentuk tunggal bisa ditambah keterangan penguat seperti amat, sangat, benar, teralu berat, sedikit sekali. Ajektiva berbentuk tunggal bisa diingkari menggunakan kata tidak seperti tidak sehat, tidak benar. Berdasarkan karakteristik kata sifat di atas, kata-kata yang dikelompokkan ke dalam kelas kata sifat diantaranya baik, indah, maha, sedikit, pandai, senang, berat, benar, sehat, luas Ajektiva berbentuk tunggal bisa dihimpun dan dipilah ke dalam 5 kelompok, meliputi Situasi / Keadaan; misalnya aman, kacau, tenang, gawat Warna; misalnya hijau, ungu, biru, merah, Ukuran; misalnya ringan, berat, tinggi, besar, Perasaan; misalnya sedih, malu, bahagia, heran. Indra / Cerapan; misalnya manis, harum, terang, jelas Mayoritas ajektiva berimbuhan afiks dibentuk dengan prefiks, sufiks, infiks, konfiks yang diserap dari bahasa Arab dan bahasa Inggris dan bahasa asing lain yang produktif dalam bahasa Indonesia, seperti sufiks -i, –al, -iah, -ik, -if, is, –iw, -er. Selain sufiks tersebut, terdapat dua kombinasi afiks yang juga membentuk ajektiva yaitu konfiks se- + -nya dan ke- + -an, tetapi bentuk dasarnya harus mengalami pengulangan atau reduplikasi. Secara detil, contoh ajektiva berimbuhan atau berafiks dapat diamati dalam tabel di bawah ini. Tabel Afiks pada Kata Sifat BentukImbuhanSampelSufiks-al, -iah, -I, -if, -is, -ik, -er, -winasional, formal, abadi, alamiah, alami, hewani, aktif, fiktif, reaktif,, praktis, magnetif, elektronik, anarkis, parlementer, egois, komplementer, manusiawi, surgawi, dengan reduplikasikekanak-kanakan, keinggris-inggrisan Se-nya dengan reduplikasiSepandai-pandainya, sebaik-baiknya 4. Kelas kata Konjungsi penghubung Konjungsi, bahasawan menyebutnya kata penghubung merupakan kata yang fungsinya menghubungkan dua kalimat atau dua kata, konjungsi berperan sebagai kata sambung, penghubung yang biasa disebut dengan istilah konjungtor. Berikut contoh konjungtor yang banyak digunakan dalam kalimat. …. antara siang dan malam …. anda akan sukses kalau berusaha keras …. oleh Ayah atau Ibunya …. ilmunya terbatas karena malas membaca …. bukan Desi, tetapi Desmin Pelajaran telah dimulai ketika kita tiba …. dihalangi oleh mobil lain sehingga rapat tertunda …. bersikaplah sopan agar menjadi orang mulia. Selain sebagai penghubung kata, konjungtor juga digunakan untuk menyambungkan satu kalimat dengan kalimat lain dengan cara menggunakan konjungtor di awal kalimat kedua. Contoh konjungtor antar kalimat sebagai berikut Pak Jokowi menderita radang hati. Selain itu, ia juga mengidap penyakit diabetes. Situasi telah mereda. Akan tetapi, semua orang harus tetap waspada. Anak saya bersekolah di SD Grobogan. Setelah itu, ia melanjutkan studinya ke Jakarta. Ibu tidak akan setuju dengan pendapatmu. Walaupun begitu, ia akan membebaskan pilihanmu. Kata konjungsi antara kalimat kalimat satu dengan lainnya tidak selalu seperti sampel di atas. Sampel lain konjungsi antarkalimat, baik satu kata maupun lebih diantaranya selanjutnya, meskipun demikian, tambahan pula, walaupun begitu, kecuali itu, kemudian, dengan demkian, namun, setelah itu, tetapi oleh, karena itu, bertalian dengan itu. Selain konjungsi di atas, masih banyak lagi jenis-jenis konjungsi. Jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pengertian, jenis dan contoh konjungsi. silahkan lihat pada artikel sebelumnya. Konjungsi – Pengertian, Jenis dan Contohnya. 5. Kelas Kata Interjeksi Interjeksi, bahasawan menyebutnya kata seru merupakan kata yang dapat digunakan untuk mengungkapkan seruan perasaan meliputi rasa kagum, heran, sedih dan jijik. Kata seru digunakan dalam kalimat pernyataan atau kalimat perintah. Contoh kata interjeksi ayo, raih ilmu sebanyak mungkin. aduh, kakiku sakit sekali. ih, bau sekali hewan itu. sial, buru-buru naik motor gurunya tidak masuk. astaga, dia tidak jadi belajar malah keluyuran. wah, rejekinya mengalir begitu deras. 6. Kelas Kata Artikulus Kata artikulus, bahasawan menyebutnya kata sandang merupakan kata yang berperan sebagai penentu suatu nomina, ajektiva, atau kelas kata lain. Artikulus yang terdapat pada bahasa Indonesia adalah sang dan si. Berikut sampel kata sandang dalam kalimat. – si pencuri sandal itu dipenjara selama satu tahun, sedangkan si koruptor lolos dari aparat. si digunakan untuk menyandang kata bermakna negatif – sang raja bersikap adil terhadap rakyatnya. sang digunakan untuk menyandang kata bermakna positif 7. Kelas Kata Partikel Kata partikel berarti unsur kecil pada suatu benda. Kata partikel berfungsi membentuk kalimat pertanyaan, kalimat pernyataan dan kalimat perintah. Kata partikel meliputi –kah, –tah dan –lah yang digunakan dalam kalimat pernyataan dan kalimat perintah serta –pun yang hanya digunakan dalam kalimat pernyataan. Kah apakah, kemanakah, bagaimanakah. Lah apalah, pergilah, ambilah. Tah apatah, siapatah. Pun kilah pun, apa pun, siapa pun. Sebuah “Kata” sengaja dibentuk untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bayangkan saja jika tidak ada penggagas aksara bahkan “kata”, kesulitan mengungkapkan maksud hati akan susah. Semoga artikel jenis jenis kata dalam bahasa Indonesia ini memperkaya wawasan anda. Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Medan25 Maret 2022 1628Halo, Tissa Y. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru Ÿ˜Š Kakak bantu jawab, ya. Jawabannya adalah D. Perhatikan penjelasan berikut, ya. Kata kerja atau verba merupakan kelas kata yang berfungsi untuk menjelaskan suatu aktivitas atau perbuatan yang dilakukan oleh subjek. Ciri-ciri kata kerja adalah 1. Dapat menjadi predikat dalam kalimat 2. Menunjukkan kegiatan 3. Dapat diikuti oleh kata benda, keterangan, maupun kata sifat 4. Dapat diikuti oleh kata negasi, yaitu tidak Contoh kata kerja dalam kalimat adalah - Kami pergi ke Riau menggunakan bus pariwisata. Kata kerjanya adalah 'pergi'. - Dina mengajak Rina ke kantin. Kata kerjanya adalah 'mengajak'. Berdasarkan penjelasan di atas, yang termasuk kelompok verba adalah memasukkan, menulis, menyirami, membuka. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D. Semoga membantu Ÿ˜Š Verba Kata Kerja Pengertian, Ciri, Jenis dan Contohnya – Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan tentang Kalimat Verba atau kata kerja. Yang meliputi pengertian kalimat verba kata kerja, ciri-ciri kalimat verba, jenis-jenis kalimat verba dan contoh kata kerja dengan pembahasan lengkap dan mudah dipahami. Untuk lebih detailnya silakan simak ulasan dibawah ini dengan seksama. Mari kita bahas pengertiannya terlebih dahulu dengan seksama. Pengertian Kata Kerja Verba Arti dari Kata kerja atau verba yaitu pengklasifakasian kata yang menggambarkan suatu, keberadaan, tindakan, pengalaman, atau penjelasan yang dinamis lainnya. Jenis kata ini umum dipakai sebagai predikat pada sebuah kalimat ataupun frasa. Kata kerja atau verba berguna sebagai mereview suatu kegiatan atau tindakan atau sebuah aktivitas yang dilakukan seseorang. Pada pembahsan tersebut bisa kita simpulkan bahwa makna dari kata kerja atau verba yaitu sebuah kata yang berfungsi sebagai penjelasan serta menunjukan sebuah tindakan dari seseorang atau subjek. Ciri-Ciri Kata Kerja Verba Ciri-ciri dari kata kerja adalah sebagai berikut Mempunyai arti perbuatan, aktivitas atau tindakan Mempunyai arti proses Biasanya disertai kata kerja Biasanya dibuat dengan imbuhan me-, di-, ter-, me-kan, di-kan, ber-an, memper-an, dan memper-i. Kata bisa diawali dengan kata pernyataan waktu, deperti telah, sedang, akan, hampir, segera. Kata dapat diperluas dengan menambahkan dengan kata sifat sesudahnya, seperti dia berlari dengan cepat, maya menghitung dengan cermat dan lain-lain. Klasifikasi Jenis Kata Kerja Verba dan Contoh Berikut ini adalah jenis-jenis dari kata kerja atau verba berserta contohnya, yaitu Kata Kerja Transitif Kata kerja transitif atau verba transitif yaitu sebuah verba yang diikuti dengan objek agar makna dari kalimat tersebut diketahui. Contohnya Mama sedang membuat roti Ia menendang bola dengan keras Dia mencari jam tangan yang hilang Jika obyek dari beberapa contoh di atas dihilangkan, kalimat tidak akan jelas dan tidak efektif. Oleh karena itu, semua contoh di atas menyertakan kata kerja transitif. Kata Kerja Instransitif Kata kerja intransitif merupakan sebuah kata kerja yang dapat menggambaran arti jelas walaupun tidak ada objek dalam kalimat tersebut, contohnya adalah Ibu makan di dapur Korban kecelakaan itu menangis tersedu-sedu. Kata Kerja Dasar Kata kerja dasar merupakan sebuah kata kerja asli yang tidak mengalami proses afiksasi pengimbuhan, penyerapan, atau pemajemukan dan tidak dapat diuraikan menjadi bentuk yang lebih sederhana. Contohnya adalah, seperti Makan Minum Pergi Tidur Lari Baca Beli Kata Kerja Turunan Kata kerja turunan merupakan sebuah kata kerja yang telah mengalami penambahan imbuhan afiksasi atau mengalami pemajemukan, kata kerja turunan bisa dibedakan menjadi lima kelompok. Bebas Afiks Wajib. Yaitu sebuah kata yang memiliki afiks agar fungsinya dapat digunakan sebagai kata kerja, apabila dipisah dengan afiksnya, jadi kata ini bisa menjadi jenis kata Mendarat, Melebar, Mengering dan lain sebagainya. Bebas Afiks Manasuka. Yaitu sebuah kata kerja dasar yang mengalami penamabahan afiks, namun fungsanya tetap sebagai kata kerja jika afiks tersebut tidak digunakan. Contohnya seperti membaca, mencari, bekerja. Terikat Afiks Wajib. Misalnya seperti berjuang, mengungsi, bertemu, berpisah Reduplikasi. Adalah kata kerja yang mengalami pengulangan. Contohnya adalah menari-nari, bergoyang-goyang, mencari-cari dan lain-lain Majemuk. Yaitu sebuah verba yang terbentuk dari 2 kata lainnya, selanjutnya setelah disatukan akan memberikan arti baru. Sebagai contoh yaitu seperti cari mati, cuci darah, dan lain-lain. Verba atau kata kerja juga dapat dibagi menjadi 3 kelompok dalam bentuk lain yaitu verba benefaktif, reflektif, dan resiprokal. Kata Kerja Benefaktif Kata kerja benefaktif merupakan sebuah kata kerja yang menunjukkan pekerjaan atau tindakan yang dilakukan untuk orang lain. Kata kerja yang menguntungkan umumnya memiliki imbuhan me- dan -kan. Misalnya adalah. Rendi setiap hari menyeberangkan nenek itu Febi membuatkan kue ulang tahun untuk adiknya Amel membelikan baju baru untuk kedua adiknya Rani memandikan kucing anggiranya setiap minggu Kata Kerja Reflektif Kata kerja reflektif adalah kata kerja yang menunjukkan tindakan untuk dirinya sendiri. Kata kerja reflektif pada umumnya menggunakan imbuhan me-, atau ber-. Misalnya adalah. Mila biasanya merias diri sebelum berangkat ke tempat kerja Rian selalu mencukur kumisnya pada hari Jum’at Mayang bersembunyi dibalik dinding pagar Erni berlari di tepi pantai Kata Kerja Resiprok Kata kerja resiprok merupakan kata kerja yang menunjukkan suatu tindakan atau aktivitas yang dilakukan oleh dua orang. Umumnya kata kerja ini tidak boleh didahului dengan kata “mutual”, karena artinya sudah menunjukkan “mutual”. Kata kerja ini pada umumnya memakai imbuhan ber- dan –an. Contohnya yaitu Adi bersalaman dengan ibu guru Maya berpandangan dengan Adi Rani dan Retno berpegangan tangan. Kata Kerja Aktif Kata kerja aktif merupakan sebuah kata kerja yang subjeknya dalam posisi sebagai pelaku. Pada umumnya verba aktif ini memiliki imbuhan me- atau ber-. Sebagai contoh yaitu Ibu menyapu di halaman Ani membeli sepeda baru Ayah sedang memperbaiki mobil Kata Kerja Pasif Kata kerja pasif merupakan sebuah kata kerja yang subjeknya dalam posisi sebagai korban dari kata kerja tersebut. Seringkali kata kerja pasif berimbuhan di- atau ter-. Contohya adalah Air dimasak ibu di dapur Sepeda dibeli oleh Ani Mobil sedang diperbaiki oleh ayah Contah Kalimat Veba Berikut ini adlah beberapa kalimat yang mengandung keta kerja atau verba yaitu Contoh Kalimat Verba Aktif Maya membersihkan ruangan kerjanya sehingga ruangan itu terlihat rapi dan juga bersih. Seharusnya, orang tualah yang perlu memberikan pendidikan dan pengajaran kepribadian kepada anak-anaknya sejak dini. Walaupun sulit ia berusaha untuk tetap bertahan untuk kebahagiaan kedua orang tua dan keluarganya. Tetangga baru kita yang bernama rani bertanya dimana letak rumah ketua RT, karena ia mau melaporkan atas kedatangannya. Aku dan maya sering bertemu di depan gerbang sekolah. Kamu perlu melupakan semua kenangan menyedihkan yang pernah kamu alami itu. Koruptor itu tetap berusaha mengelah bahwa dirinya itu tidak bersalah, dalam kasus yang sedang menjeratnya itu. Ibu sdedang membuatkan kue ulang tahun dengan tambahan hiasan berupa tokoh kartun kesayangan anaknya itu. Ayah mengecat pagar rumahnya dengan menggunakan warna yang cerah untuk menyambut hari raya idul fitri lima hari lagi. Keponakanku meminta hadiah yang dulu pernah ku janjikan padanya sebagai kado keberhasilannya karena telah meraih peringkat 1 di sekolahannya. Contoh Kalimat Verba Pasif Adik dipukul temannya. Buku itu terinjak olehku. Anjing kecil itu dikerumuni anak-anak. Pohon besar di halaman sekolah tumbang ditiup badai. Novel “Siti Nurbaya” itu sudah selesai dibaca Andi. Lomba mengarang itu dimenangkan oleh murid baru di kelasku. Karikatur foto adik digambar oleh Arum. Saat musim hujan benih padi ditabur oleh para petani. Banyak penumpang anak-anak terhimpit dalam kereta yang penuh sesak itu. Map kerja Ayah terbawa oleh kakak. Tubuhku tertahan oleh bebatuan. Demikianlah telah dijelaskan tentang Verba Kata Kerja Pengertian, Ciri, Jenis dan Contohnya, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.

berikut ini termasuk kelompok verba